![]() |
| Akhlak Menuntut Ilmu |
Baik atau buruknya suatu ilmu, bukan karena ilmunya, melainkan karena niat dan tujuan si pemiliki ilmu. Ibarat pisau, tergantung siapa yang memilikinya. Jika pisau dimiliki oleh orang jahat, maka pisau itu bisa digunakan untuk membunuh, merampok atau mencuri. Tetapi jika dimiliki oleh orang baik, maka pisau itu bisa digunakan untuk memotong hewan qurban, mengiris bawang atau membelah ikan.
Di bawah ini merupakan metode yang baik dalam mencari/menuntut ilmu, agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dan mendapat barokah dari Allah :
- Awali dengan niat yang benar, baik dan ikhlas. Niatkan bahwa mencari/menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Niatkan bahwa ilmu yang dimiliki akan digunakan untuk kebaikan, bukan untuk mengejar dunia semata. Niatkan bahwa dengan ilmu tersebut, kita berjuang di jalan Allah. Memohonlah kepada Allah agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dunia-akhirat. Memohonlah kepada Allah agar kita terhindar dari ilmu/ajaran sesat dan menyesatkan.
- Selalu minta restu dan ridho orangtua. Mintalah dengan kerendahan hati dan santun kepada orangtua untuk mendoakan agar kita selamat dunia-akhirat.
- Berhati-hati dalam memilih ilmu. Pelajarilah ilmu agama sebagai landasan hidup. Pelajarilah ilmu tentang aqidah, karena aqidah yang benar merupakan pondasi keimanan. Pelajarilah ilmu tentang akhlak, karena akhlak merupakan cermin dari suasana hati. Ingatlah... bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia. Pelajarilah ilmu fiqh agar tata cara ibadah kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pelajarilah ilmu-ilmu duniawi sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah dan berbuat kebaikan.
- Belajar kepada guru
yang terpercaya akan keilmuannya dan agamanya. Cara ini lebih cepat dan lebih
meyakinkan daripada belajar tanpa guru. Dengan belajar kepada guru akan
memungkinkan diskusi, tanya-jawab dan timbal-balik antara murid dan guru.
Belajar kepada alam. Gunakanlah akal untuk memikirkan alam semesta ini dan kejadian-kejadiannya, dalam rangka meneguhkan/menguatkan keyakinan kita terhadap kekuasaan dan keagunggan Allah. - Belajar dari
pengalaman dan ujian hidup.
Jika hidup dan kehidupan ini kita jalani dengan kesholehan hati, maka setiap pengalaman dan ujian/cobaan dapat kita jadikan pelajaran. Sabar dan rasa syukur kepada Allah merupakan dua aspek penting dalam mengambil atau memetik pelajaran dari pengalaman dan ujian hidup. Jangan menjadi manusia yang berilmu (pintar) tetapi zolim. Dan jangan pula menjadi manusia yang taat beribadah (sholeh) tapi bodoh. Ilmu tanpa didasari dengan keimanan, maka dengan ilmu tersebut manusia akan berbuat kerusakan dan kezoliman. Iman tanpa didasari dengan ilmu, maka keimanannya bersifat semu, hanya sebuah khayalan dan sugesti belaka, begitupun ibadahnya hanya bersifat ikut-ikutan. Oleh karena itu, raihlah kesuksesan dengan 2 sayap, iman dan ilmu. Insya Allah... kesuksesan yang kita raih bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.
Menuntut ilmu tidaklah mudah, tetapi juga tidak sulit. Dalam
menuntut ilmu dibutuhkan keyakinan, kesabaran, kesungguhan, dan pengorbanan.
Kita harus meyakini bahwa kita pasti bisa memahami suatu ilmu/pelajaran. Kita
harus bersabar, karena untuk memahami suatu ilmu sampai tuntas memerlukan waktu
yang lama. Kita harus sungguh-sungguh, karena hanya dengan kesungguhan suatu
ilmu dapat kita miliki. Kita harus mempunyai jiwa berkorban, karena untuk
meraih ilmu perlu tenaga dan biaya.
Beberapa
hal yang dapat memperoleh kemudahan dalam menuntut ilmu:
1. taat beribadah, rajin
bangun malam untuk sholat tahajud dan tafakur.
2. tidak berbuat maksiat
3. memuliakan/menghormati
guru (adab murid kepada guru)
4. memuliakan/menghormati
sahabat (adab murid kepada sesama murid)
5. memuliakan/menghormati
kitab/buku (adab murid kepada pelajaran)
6. sering
bergaul/berdiskusi dengan ulama (memuliakan ulama)
7. membiarkan diri lapar
ketika sedang belajar (rajin berpuasa)
Adab
murid kepada guru
· menghormati dan memuliakan guru dan keluarganya dengan tulus dan
ikhlas
· tunduk dan patuh terhadap semua perintah dan nasihat guru
· jujur dan setia bersama guru
· bersikap rendah hati, lembut dan santun kepada guru
· hendaknya memaafkan guru ketika beliau melakukan suatu kesalahan
· tidak menjelek-jelekan dan tidak memfitnah guru
· tidak menghianati dan tidak menyakiti hati guru
· berusaha melayani guru dengan sebaik-baiknya
· selalu berusaha menyenangkan hati guru
· memanggil guru dengan panggilan yang disukainya
· berusaha menyukai apa yang disukai oleh guru
· membiasakan diri memberikan hadiah kepada guru dan keluarganya
sebagai tanda penghormatan kepada mereka
· tidak berjalan di depan guru ketika berjalan bersamanya
· tidak terbahak-bahak di depan guru
· tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan guru
· selalu duduk dalam sikap sopan
· berusaha keras ( jihad ) dan tekad membuat kemajuan bersama guru
Keberhasilan dan kemudahan dalam proses menuntut ilmu terletak
pada kelakuan baik (adab) si penuntut ilmu, terutama adab kepada guru.
Sayyidina Ali rodhiallu’anhu berkata, "aku ibarat budak dari orang yang
mengajarkanku walaupun hanya satu huruf ". Perkataan Ali ini merupakan
ungkapan bahwa begitu besar penghormatan beliau kepada guru.
Khalifah Harun Ar Rasyid pernah mengirimkan putranya untuk belajar
kepada syekh burhanuddin. Suatu saat, ketika khalifah berkunjung untuk menemui
putranya yang sedang belajar, khalifah melihat putranya itu sedang menuangkan
air wudhu untuk syekh. Lalu khalifah berkata kepada putranya, "Wahai
anakku, kenapa engkau menggunakan tangan kananmu untuk menuangkan air sementara
tangan kirimu kau biarkan diam. Gunakanlah kedua tanganmu, yang satu untuk
menuangkan air dan yang satu lagi untuk membasuh kaki gurumu." Subhanallah...
begitu tegas khalifah mendidik anaknya agar hormat kepada guru.
Adab
murid kepada sesama murid
· menghormati dan memuliakan sesama murid dengan tulus dan
ikhlas
· hendaknya memberikan nasehat kepada sesama murid dengan
kerendahan hati dan bebas dari kesombongan ( amar ma’ruf nahi munkar )
· selalu berbaik sangka kepada sesama murid dan tidak
mencari-cari keburukan mereka
· tidak menyakiti hati sesama murid
· hendaknya menerima permintaan maaf sesama murid apabila
mereka memintanya
· selalu membantu sesama murid dalam suka maupun duka
· bersikap rendah hati dan santun kepada sesama murid
· tidak meminta menjadi pemimpin mereka, hanya menjadi sesama
saudara dengan mereka
· lapang dada dalam perbedaan pendapat yang mungkin terjadi di antara
sesama murid
Adab
murid kepada pelajaran
· niat yang ikhlas karena Allah ketika memulai belajar
· diniatkan bahwa belajar ( menuntut ilmu ) itu untuk
menghilangkan kebodohan diri dan orang lain di lingkungannya
· menghormati dan memuliakan buku pelajaran ( kitab ) dengan tulus
dan ikhlas
· menjaga kebersihan dan kerapihan buku pelajaran ( kitab )
· meletakkan buku pelajaran ( kitab ) di tempat yang baik dan
terhormat
· tekun dan kontinyu dalam memahami pelajaran ( ilmu )
· membiasakan diri menghafal pelajaran dan menjaga hafalan
· selalu menulis atau mencatat pelajaran ( ilmu ) yang diperoleh
· meneliti sumber dan isi pelajaran ( ilmu ) yang ada dalam buku
atau kitab
· bersikap adil terhadap isi pelajaran ( ilmu ) yang ada dalam buku
atau kitab
· menjauhkan sifat malu yang berlebihan dalam proses memahami suatu
pelajaran atau ilmu
Semoga ilmu yang kita miliki dapat bermanfaat, bukan hanya untuk
diri sendiri tetapi juga bermanfaat untuk orang lain. Oleh karena itu, hendaknya
kita berusaha untuk selalu berbuat baik, memperhatikan adab dan berakhlak
mulia. Insya Allah.... ilmu yang kita miliki dapat menyelamatkan kita di
kemudian hari. Jika penuntut ilmu tidak memperhatikan bahkan meninggalkan adab
dan akhlak, maka amal dan ilmunya tidak akan mendapatkan barokah dari Allah.Sumber Motivasi : http://hikmatulagnia.blogspot.com
